Pelukan Itu Berkhasiat Loh!!!

Berbagai penelitian telah menunjukkan, pelukan merupakan salah satu bentuk dan model terapi yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit fisik dan psikis. Pelukan bisa mengatasi stres, depresi, kegelisahan dan ketidaktenangan. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, apalagi untuk para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh semakin meningkat.
Di berbagai negara, berpelukan biasanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, sahabat, orang tua dan anak. Di Amerika Serikat, ada lembaga yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jika anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, akan bisa melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.


Menurut androlog dari RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Dyan Pramesti Sp.And, M.Kes, pelukan merupakan salah satu bentuk sentuhan positif antara dua insan. Saat tubuh merasakan sentuhan, neurotransmitter di otak akan mengirimkan hormon endomorfin ke dalam aliran darah dengan jumlah yang cukup besar. Hormon tersebut mampu menurunkan ketegangan saraf dan tekanan darah. Bahkan, pada dua orang yang tidak saling mengenal pun, pelukan tetap menghasilkan hormon endomorfin.
Secara psikologis, mendapat pelukan juga bisa diartikan memperoleh dukungan. Hal tersebut bisa mendatangankan kekuatan bagi orang yang sedang sedih dan membuatnya lebih bahagia. Sebaliknya bagi orang yang memberikan pelukan, aktifivitas memeluk bisa meningkatkan kepercayaan diri. Semakin sering seorang anak mendapat pelukan, makin sering dia mendapat perasaan nyaman. Hal tersebut membantu tumbuh kembang anak.
Cara pelukan yang bisa memberikan ketenangan, tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa. Tatap mata pasangan hingga mendapat kepercayaan darinya. Kemudian peluklah secara total dengan menyentuhkan seluruh bagian tubuh yang memungkinkan. Tidak harus berlama-lama, sebentar pun boleh, karena produksi hormon endomorfin bisa bertahan beberapa waktu setelah pelukan dilepas.

“Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat, tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi,” ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India.
Sesungguhnyalah seluruh bagian kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari kedua orang tuanya Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus.

Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang. Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.
Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat berada dalam situasi depresi atau stres. Dengan berpelukan, orang merasa ada yang memperhatikan, ada yang mencintainya, serta membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.
Seorang master reiki di Mumbai, India, berkata, “Pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan anda dengan orang lain renggang, salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya. Jika rumah tangga anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan anda 20 kali sehari. Saya yakin anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Anda juga akan terhindar dari stress dan depresi.”

Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, serta lebih sehat. Riset ini menjadi informasi penting untuk memahami manfaat pelukan bagi kesehatan fisik dan jiwa.
Jika bayi atau anak-anak sedang rewel atau sakit, jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah ! Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi. Pelukan dapat menyembuhkan sakit fisik dan psikis.
Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang frustasi ini merasa nyaman.
Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta.

Source : http://wonderful-family.web.id

Comments